01 Februari 2010

Teknik Radiografi IVP (Intra Venous Pyelography )

1. Pengertian
Ilmu yang mempelajari prosedur / tata cara pemeriksaan ginjal, ureter, dan blass (vesica urinaria) menggunakan sinar-x dengan melakukan injeksi media kontrasmelalui vena. Pada saat media kontrasdiinjeksikan melalui pembuluh vena pada tangan pasien, media kontrasakan mengikuti peredaran darah dan dikumpulkan dalam ginjal dan tractus urinaria, sehingga ginjal dan tractus urinaria menjadi berwarna putih. Dengan IVP, radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomi serta fungsi ginjal, ureter dan blass.

2. Tujuan Pemeriksaan IVP
• Pemeriksaan IVP membantu dokter mengetahui adanya kelainan pada sistem urinaria, dengan melihat kerja ginjal dan sistem urinaria pasien.
• Pemeriksaan ini dipergunakan untuk mengetahui gejala seperti kencing darah (hematuri) dan sakit pada daerah punggung.
• Dengan IVP dokter dapat mengetahui adanya kelainan pada sistem tractus urinaria dari batu ginjal, pembesaran prostat, tumor pada ginjal, ureter dan blass.

3. Indikasi Pemeriksaan IVP
• Renal agenesis
• Polyuria
• BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)
• Congenital anomali seperti duplication of ureter dan renal pelvis, ectopia kidney, horseshoe kidney, malroration
• Hydroneprosis
• Pyelonepritis
• Renal hypertention

4. Kontra Indikasi
• Alergi terhadap media kontras
• Os mempunyai kelainan atau penyakit jantung
• Os dengan riwayat atau dalam serangan jantung
• Multi myeloma
• Neonatus
• Diabetes mellitus tidak terkontrol/parah
• Os sedang dalam keadaan kolik
• Hasil ureum dan creatinin tidak normal

5. Persiapan Pemeriksaan
• Tanyakan riwayat alergi terhadap iodium maupun barium.
• Tanyakan apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan saat ini.
• Apabila pasien wanita dalam usia produktif, tanyakan apakah pasien sedang hamil atau tidak.
• Hasil ureum dan creatinin normal
• Satu hari sebelum pemeriksaan, pasien makan makanan yang lunak/rendah serat, misalnya bubur kecap.
• 12 jam sebelum pemeriksaan pasien minum obat pencahar
• Selanjutnya pasien puasa sehingga pemeriksaan selesai dilakukan
• Selama puasa pasien dinjurkan untuk tidak merokok, dan banyak bicara untuk meminimalisasi udara dalam usus.
• Melepaskan benda-benda logam yang dapat mengganggu gambaran pemeriksaan.
• Sebelum pemeriksaan dimulai pasien buang air kecil untuk mengosongkan blass
• Penandatanganan Informed Consent. Venipuncture adalah prosedure invasive yang dapat menyebabkan komplikasi pada saat injeksi media kontras. Petugas harus hati-hati dan selalu memastikan pasien telah diberikan penjelasan dan menandatangani informed consent. Untuk pasien anak-anak harus diberikan penjelasan pada anak dan orang tua anak tersebut.

6. Persiapan Alat dan Bahan
• Pesawat x-ray
• Film dan kaset x-ray
• Grid (bucky)
• Image intensifier (fluoroscopy) untuk real time imaging
• Media kontras iodium disesuaikan dengan berat badan.
• Kotak media kontras yang digunakan untuk menunjukkan kepada dokter media kontras yang digunakan.
• Wingneedle dan needle steril
• Kapas alkohol atau wipes.
• Tourniquet
• Handuk atau spon untuk bantalan lengan
• Male gonad shield
• Marker R/L dan marker waktu
• Peralatan kegawat daruratan (tabung O2, alat suction, dan lain-lain)
• Epinephrine atau benadryl untuk kegawat daruratan media kontras
• Peralatan kompress ureter
• Handuk dingin atau handuk hangat untuk kompress tempat dilakukan penyuntikan (jika diperlukan)

7. Teknik Pemasukan Media kontras
Untuk pemeriksaan IVP secara umum, dianjurkan untuk memilih vena pada “fossa antecubital”, karena ukuran cukup besar, mudah ditemukan dan memungkinkan dilakukan bolus injeksi media kontrasdengan jumlah besar tanpa adanya extravasasi. Vena-vena yang dianjurkan untuk dilakukan venipuncture adalah median cubital cephalic  anterior wrist basilic vein.
Beberapa vena untuk alternatif apabila vena fossa tidak dimungkinkan dilakukan penyuntikan media kontras (akibat seringnya pemeriksaan lab dan lain-lain) adalah vena radialis àanterior wrist vena cephalic atau basilica àposterior antebrachii. Pastikan tempat penyuntikan adalah vena bukan arteri.



7.1 Teknik Venipunture
Langkah 1
Cuci tangan dan gunakan handscoen.
Langkah 2
• Pilih vena tempat penyuntikan dan pasang tourniquet 3-4 inchi superior tempat penyuntikan dilakukan.
• Ganjal tangan tempat dilakukan venipuncture agar pasien nyaman.
• Kencangkan tourniquet untuk dilatasi vena.
Langkah 3
Pastikan kembali tempat penyuntikan dan bersihkan.

Langkah 4
• Lakukan penyuntikan wingneedle .
• Penyuntikan dilakukan dengan menyuntikkan jarum ke vena dengan sudut 20° - 25°

Langkah 5
Fiksasi wingneedle dan pastikan penyuntikan benar

Langkah 6
• Persiapan untuk injeksi.
• Lepaskan tourniquet (stuing).
• Pastikan media kontras dimasukkan dengan tekanan yang stabil dan tidak terlalu cepat.
• Petugas harus mencatat waktu mulainya pemasukan media kontras dilakukan.
• Pastikan tidak ada extravasasi saat pemasukan media kontras.

Langkah 7
• Cabut wingneedle.
• Tekan daerah tempat penyuntikan dilakukan dengan kapas betadine hingga pendarahan selesai.
• Rekatkan dengan plester.



8. Teknik Keselamatan Kerja
• Selalu gunakan handscoen saat pemeriksaan dilakukan.
• Selalu perhatikan standar keselamatan kerja dari OSHA, larangan umum dan cara pembuangan needle bekas penyuntikan atau alat-alat pengambilan cairan tubuh.
• Buang needle dan penutup pada tempatnya (terpisah).
• Gunakan jarum baru apabila penyuntikan pertama gagal dilakukan dan pilih vena lain.
• Apabila terjadi extravasasi media kontras, lakukan kompres dengan menggunakan air hangat.
• Dokumen tentang penyuntikan, berisikan komplikasi dan tempat penyuntikan dilakukan, waktu, jumlah dan jenis media kontras yang disuntikkan.

9. Prosedur Pemeriksaan IVP
• Posisi pasien supine di atas meja pemeriksaan
• Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP, untuk melihat persiapan pasien
• Jika persiapan baik/bersih, suntikkan media kontras melalui intravena 1 cc saja, untuk melihat reaksi alergi.
• Jika tidak ada reaksi alergis penyuntikan dapat dilanjutkan dengan memasang alat kompres ureter terlebih dahulu di sekitar SIAS kanan dan kiri. Alat kompress ureter berfungsi untuk memaksimalkan pengisian daerah pelviocalyceal system dan proximal ureter, untuk memperlambat waktu media kontras sampai ke blass, dan alat ini dipasang sebelum pemasukan media kontras dilakukan.
• Media kontras diinjeksikan melalui pembuluh vena pada tangan pasien.
• Pasien tahan nafas saat pemeriksaan dilakukan.
• Pemeriksaan dilakukan secara berseri dengan waktu pengambilan gambaran traktus urinaria disesuaikan dengan sistem kerja ginjal.
• Umumnya apabila fisiologi ginjal normal pengambilan gambar dilakukan pada menit ke 5, 15, 30, 45 menit.

10. Proyeksi Pemeriksaan IVP
a. AP 5 Menit
Buat foto 5 menit pasca penyuntikan (bila pasien hypertensi atau pasien anak, pemotretan diambil 1 menit pasca penyuntikan). Foto AP 5 menit dilakukan dengan menggunakan kaset 24 x 30 cm.

Posisi Pasien
Supine

Posisi Obyek
• MSP sejajar dengan pertengahan bucky.
• Kedua tangan di samping tubuh.
• Batas atas prosesus xypoideus dan batas bawah SIAS.

Central Ray
Tegak lurus IR

Central Point
1/3 distal antara prosesus xypoideus dan SIAS
FFD
40 inci (100 cm)

Kriteria gambar
Tampak kontras mengisi ginjal kanan dan kiri.

Catatan
• Beri marker 5 menit
• Buka stuing (ureter kompressive)




b. AP 15 Menit
Posisi Pasien
Supine

Posisi Obyek
• MSP sejajar dengan pertengahan bucky.
• Kedua tangan di samping tubuh.

Central Ray
Tegak lurus IR

Central Point
Setinggi crista illiaca (pada lumbal 4-5)

FFD
40 inci (100 cm)

Catatan
Pasang marker 15 menit
Gunakan film 30 x 40 cm

Kriteria gambar
Tampak kontras mengisi ginjal, ureter, sampai blass/buli-buli.



c. AP 30 Menit
Posisi Pasien
Supine

Posisi Obyek
• MSP sejajar dengan pertengahan bucky.
• Kedua tangan di samping tubuh.

Central Ray
Tegak lurus IR

Central Point
Setinggi crista illiaca (pada lumbal 4-5)

FFD
40 inci (100 cm)

Kriteria gambar
Tampak blass terisi penuh oleh kontras

Catatan
Pasang marker 30 menit



d. Post Mixi
Bertujuan untuk melihat adanya ren mobile.

Posisi Pasien
Erect AP

Posisi Obyek
• MSP sejajar pertengahan bucky
• Kedua tangan di samping tubuh

Central Ray
Tegak lurus IR

Central Point
Umbilikus (2 cm superior crista illiaca)

FFD
40 inci (100 cm)

Kriteria gambar
Tampak Blass kosong.

Catatan
• Marker PM dan R/L
• Apabila tidak normal foto dapat dilanjutkan hingga menit ke 120 tanpa post mixi (void) terlebih dahulu.

11. Teknik Hipertensi IVP
Dilakukan pada pasien yang memiliki tekanan darah tinggi. Tujuannya untuk memastikan apakah ginjal adalah penyebab hypertensi. Waktu yang dipergunakan untuk prosedur ini lebih pendek dibandingkan IVP secara umum. Pemeriksaan dilakukan pada menit ke 1, 2, dan 3. Jika memungkinkan lakukan pemotretan tiap 30 detik. Catatan : teknik pemeriksaan ini sudah jarang dilakukan saat ini, tapi tetap dapat dilakukan apabila pemeriksaan lain tidak dapat dilakukan.

12. Kelebihan dan Kekurangan IVP
Kelebihan
• Bersifat invasif.
• IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas, sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker.
• Tanpa harus melakukan pembedahan, kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan.
• Radiasi relative rendah
• Relatif aman.
Kekurangan
• Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh.
• Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv, sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun.
• Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien, yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut.
• Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.


13. Teknik Pemeriksaan alternatif :
Terdapat beberapa pemeriksaan alternatif yang umum digunakan :
1. Postrelease Ureteric Compression
• Radiograf dengan menggunakan film 30 x 40 diambil, segera setelah ureteric compression dilepaskan.
• Untuk mengetahui adanya fungsi renal yang tidak sama, maka compression dapat dilakukan segera setelah eksposi menit ke-5 (kecuali ada kontra indikasi), lakukan eksposi pada menit ke-15 dengan kompressi yang telah dilepas.
2. Posisi Erect Untuk Bladder
Untuk kasus prolapse bladder, atau pembesaran kelenjar prostat, pemeriksaan dengan posisi berdiri dapat dilakukan sebelum post void.
3. Delayed Radiograf
Pada kasus urinary calculi (calsification in luminal aspek urinary system) ureter bekerja lambat, sehingga dibutuhkan waktu 1-2 jam untuk membawa media kontras ke blass. Radiografer harus mengingat waktu pemeriksaan selanjutnya sebelum pasien keluar ruangan dan menjelaskan hal-hal penting untuk pemeriksaan selajutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Trnslate by

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google